Hikam's home project: pertimbangan dalam membuang barang

Beres2 eps 3..
Selagi saya beres2, saya jadi ingat kenangan saya dengan beberapa barang, alasan saya menyimpannya, dan bahkan kardus2 bekas saya kumpulkan.
Entah kenapa saya bukan tie orang yang mudah membuang barang begitu saja. Ada rasa aahh mungkin suatu saat dipakai, oh kardusnya untuk bikin mainan hikam nanti, dsb. Dengan pemikiram seperti itu, rumah seperti gudang sampah penuh printilan yanh perlu ya ga perlu2 amat, mw direcycle yaaa kapan mulainya?
Dengan beberapa pertimbangan, saya dengan keterbatasan yang ada memilih untuk membuang barang2 yang tidak penting seperti pulpen macet, dirasa akan penting seperti kardus, bahkan semi penting seperti baju yang entah kapan akan sy pakai.

Saat ini...saya mengutamakan kenyaman keluarga dan kewarasan otak sy..hehehe

Alhamdulillah berkurangnya barang2 di rumah membuat rumah lebih lapang, otak lebih fresh sehingga di rumah tidak mudah jenuh.

Saya rasa perubahan ini sy rasa juga dialami ayah.sore tadi ketika saya pulang mengsjar ngaji, ayah mau menyuci piring, menyapu, dan ikt merapikan rumah yang sudah lumayan rapi. Hikam pun ketika tadi bermain, saya yang biasanya sampai ultimatum untuk meminta dia membereskan mainannya kembali, dengan otomatis dy merapikannya tanpa sy minta kedua kali.

Ketika ada pilihan wajar kalau punya rumah berantakan kalau ad anak kecilnya...saya memilih menjaga agar rumah bs rapi sehingga lebih nyaman untuk siapa saja

Komentar

Postingan Populer