Karena komunikasi adalah kuntji! Day 1 yuk sikat gigi!

Day 1

Tiap hari berkomunikasi dengan anak, sering nalar dan emosi naik turun tidak beraturan. sempat benar-benar menjalankan 'pakem' sesuai teori...sempat pula kelepasan : yang penting tujuan tercapai. Namun kali ini saya seperti diingatkan kembali untuk 'eling' dan kembali menjalin komunikasi produktif dengan anak bukan menyelesaikan masalah tapi mengumbar emosi tidak pada tempatnya.

Tema yang saya pilih kali adalah 'yuk sikat gigi!'. Seperti biasanya waktu sikat gigi dan pipis menjelang tidur adalah momen paling bikin males untuk saya. Disaat saya sudah kelelahan, anak masih semangat loncat2 di kasur, saya tetap harus me'narik'nya ke kamar mandi untuk melaksanakan ritual sebelum tidur: pipis dan sikat gigi.

Hal yang biasa sy lakukan adalah merayu dengan halus, dia menolak, nada makin tinggi, dia menolak, lama2 saya kesal sy agak paksa ia ke kamar mandi sambil mendorong atau menggendong.

Hmmm...sepertinya cara itu tidak akan membuat hikam merasa perlu melaksanakan ritual menjelang tidur karena saya paksa terus. Okeii...saatnya mengubah mindset!

Kira2 begini komunikasi saya dengan hikam:
Bunda Meta (BM): "hikam sikat gigi yuk!"
Hikam (H): "gak"
BM: "ayuk nak sikat gigi, ituloh tadi siang hikam sudah makan 3 permen mentos..yang pink, kuning, dan perpel. Kalau tidak sikat gigi nanti gigi hikam jadi jelek dimakan kuman..hiiiy" kata-kata yang selalu saya ucapkan untuk merayu hikam agar bersedia ke kamar mandi.
H: "....ga mauuu"
BM: "eh iya sikat gigi hikam warnanya bagus loh...ada gambar mas terbang...odolnya rasa melon..."
H: "ummmm"
BM: "yuk sikat gigi...asikkk loh nanti kita sikat bareng ya!"
H: "yoookk"
ternyata ia tertarik jika melakukan sikat gigi bersama. Sesuatu yang tidak pernah terpikir sebelumnya karena saya setiap hari hanya melihatnya sikat gigi dan tidak melakukan aktifitas ini bersama. Bahkan ketika kami melaksanakan bersama2, ia menjadi semangat sikat gigi sesuai cara yang saya ajarkan. Biasanya hikam malah senang ngemut odol, menyikat lidah, atau ngemut sikat gigi.

Alhamdulillah saya bisa sabar karena ingat teori2 yang diberikan di kelas bundsay ini. Tapiii poin apa yang saya pilih ya? Sepertinya perlu analisis konten karena untuk berkomunikasi dengan anak, saya tidak mampu menggunakan hanya 1 poin saja, karena setiap poin memiliki fungsinya sendiri dan jika tidak berhasil, saya akan menggunakan poin lain untuk menyelesaikan misi saya.
Pastinya hal yang saya kedepankan adalah poin mengendalikan emosi, supaya saya dapat mengaplikasikan poin2 komunikasi produktif kepada anak.

Komentar

Postingan Populer