Karena komunikasi adalah kuntji! Day 5: hikam..mandi yuk chapter 2
Menyuruh hikam mandi memang menjadi tantangan paling ribet setiap harinya. Terutama mandi sore.
Tiap sore saya harus bergegas untuk mengajar anak TPQ di musholla dekat rumah. Jadinya saya harus memandikan hikam, kemudian saya mandi baru berangkat.
Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, tiap mandi hikam akan selalu ngeles...bilang sudah...bilang enggak...bilang mandi sama hikam yang ujung2nya dia gak mandi2.
Naaahhh untuk kali ini, saya majukan jadwal mandi hikam. Biasanya jam 3 jadi jam setengah 3 sore.
"Hikaaam...mandi yuk!"
"Enggaa...suddaaahh..."
"Mandi sama hikam boleh kok"
"Iyaa mandi sama hikam" dan dia pun mau saya lepas bajunya.
Seperti biasanya dia cuma main2 air bak,badannya pun belum basah dengan air.well tiap 5 menit saya bilang:
"Hikam..ayo dibasahi badannya!"
"Iyaaaa..."
Setelah 4 kali saya datangi dia di kamar mandi. Akhirnya dia bilang:
"Mandi sama bunda"
Alhamdulillah ketika dia menyerahkan mandat itu ke saya, dia tidak jerit-jerit lagi waktu disiram pakai air dingin.
Memberi waktu yang cukup untuk anak mempersiapkan diri menghadapi hal yang menakutkan bagi dia ternyata penting. Hikam butuh waktu adaptasi menghadapi air dingin yang akan disiramkan ke tubuhnya. Jadi ingat waktu dulu saat saya mandi saya butuh waktu sekitar 5 menit menatap bak untuk sekedar mandi.
Sabar..maintain emosi..dan tambahan strategi: beri tambahan waktu untuk mandi hikam.
Komentar
Posting Komentar