Karena komunikasi adalah kuntji! Day 3 with hikam: ketika si bocil hilang dari pandangan bunda
Dititipkan anak laki2 oleh Allah memang tugas yang tidak mudah. Meleng sedikit, raib dari pandangan. Well itulah kejadian kemarin yang bikin saya agak jantungan dan sempet berkaca2 waktu nyari hikam sampai ke pos satpam.
Berawal dari pulangnya hikam dari rumah tetangga, saya minta dia ambil kembali tasnya yg dy tinggal di rumah tetangga itu. Tiba2 si anak tetangga mengembalikan tas dan bertanya: "hikam dimana?"
Awal2 saya nyantai paling jg gak jauh..sy berpikir kalau teriak sepanjang gang rumah sy pun yg punya rumah bakalan nyahut.
Tapi kok gak ada yang nyahut...saya mulai panik.
Tetangga ikut mencari keliling komplek yang untungnya gak besar. Saya tanya rumah2 yg biasa hikam datangi...gak ada. Mulai air mata menggenang sambil berdoa semoga hikam gak kenapa2.
Tiba2 anak tetangga yg ikut keliling komplek mencari melaporkan kalau hikam ketemu. Langsung sy hampiri. Ternyata ad di rumah tetangga tak jauh dr rumah sy. Ternyata hikam ikut anak yang punya rumah pulang dari sekolah. Rasa di hati campur aduk...antara bersyukur dan jengkel. Jengkel karena si bocil seperti tidak merasa bersalah, jengkel karena semua mata seperti tertuju ke saya dan seperti menyalahkan saya yang tidak becus jaga anak. Saat itu sy tidak mau membela diri, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih pada tetangga yang sudah bersusah payah ikut mencari hikam kemana2. Lalu pulang.
Sampai rumah rasa jengkel belum hilang, ingin rasanya saya memarahi hikam habis2an. Tapi saat itu bulan ramadhan, saya tumpahkan emosi sy dengan menangis. Semoga pahala puasa sy tidak hilang.
Setelah agak reda saya katakan pada hikam:
"Nak perbuatan hikam tadi sangat buruk sekali"
"Hikam tidak boleh ikut2 orang kemana saja, hikam kalau mau main izin bunda.."
"Hikam kalau asal ikut orang nanti ga bisa ketemu bunda lagi gimana?"
Saya mengatakan itu sambil mengantarkan hikam tidur. Saya tatap matanya dan iya hanya menjawab "iya bun..."
Ya Allah...saat2 seperti itu memaintain emosi rasanya sulit sekali.
Komentar
Posting Komentar