Karena komunikasi adalah kuntji! Day 7: ketika hikam main hujan2an
Alhamdulillah senin ini langit mendung terus dan hujan seakan tidak berhenti dari siang sampai sore. Kangen masa2 seperti ini di bogor yang jarang saya dapatkan di surabaya. Konsekwensinya hikam jadi kepengen hujan2an. Waktu masih di rumah sih sy bisa kasih pengertian ke dia dan pintu sy gembok hehe...Alhamdulillah gak sampai merengek2.
Waktu sore dan hujan belum juga berhenti, sy harus berangkat ngajar TPQ mau tidak mau hikam juga diajak. Dan kejadian pun dimulai:
"Ustadzah....hikam hujan2an..."kata anak2 TPQ yang kelasnya di teras musholla
"Masih depan musholla apa sdh main ke jalan2?" kt sy yang agak galau juga
"Ad depan musholla us"
"Oh yasudah ndak apa." jwb saya sambil galau
Setelah selesai ngajar anak2, hikam masuk ke musholla dengan badan basah kuyup tdk karuan. Musholla jadi banyak cap kaki hikam. Ingiiin sekali marah..tapi mau bagaimana dy pasti tidak sampai memikirkan konsekwensi masuk musholla dengan keadaan badan kotor..ada najis dsb.
Jadinya saya hanya meminta dy berdiri di luar dan sy pel bekas kaki2 hikam supaya tidak merepotkan pengurus musholla. Saya ajak pulang dan sy mandikan. Alhamdulillah tanpa drama sy juga ternyata bisa maintain emosi.
Malam2 badannya mulai menghangat. Aaahh beneran deh...habis hujan2an langsung demam.
Komentar
Posting Komentar